#justshare. Sebagian koleksi video yang menurut saya lumayan keren.
Video ini saat Milan mengalahkan Juventus di Final champions 2003
Champions 2007!!!!
Video ini saat para tifosi merayakan Scudetto 18 di Piazza Duomo, bersama ratusan ribu pendukung pemain AC Milan melakukan chanting bersama-sama.I wish i was there :(
Dan ini saat derby Milan 2-4-2011, Fantastic Atmosphere!!
Tiziano Crudeli. Yang pertama bisa dilihat dari orang tersebut adalah gambaran seorang kakek tua. Dia bekerja di stasiun televisi Italy, sebagai komentator sepakbola, khususnya AC Milan. Layak jika disebut seorang kakek karena usianya sudah 67 tahun. Tapi jangan asal sebut kakek dulu, diusianya yang senja dia seperti anak muda. Bahkan komentator2 tv lainnya kalo siaran kalah semangat dari dia.
Berikut salah satu aksi nya, menjadi komentator saat AC Milan vs Fiorentina:
Kita lihat bagaimana dia yang sudah tua demi menghibur pemirsa setia Milanisti mau berteriak2 agar penonton semangat. Selain itu dia bisa begitu menjiwai pekerjaannya. Kita lihat ekspresi nya seperti dia adalah seorang pelatih yang tegang menyaksikan anak buahnya main. Ketika kedudukan 1 – 0 untuk Fiorentina dia lesu seakan tak percaya gawangnya dibobol, terlihat sekali kekecewaannya sampai memukul bangku. Dan ketika skor 1 – 1, lihat ekspresinya, begitu gembira, begitu semangat dalam mengucapkan kata gol, bahkan Rendra Sudjono komentator ANTV yang jauh lebih muda punmungkin gak bisa melakukan ekspresi seperti itu jika membawakan pertandingan. Dan ketika Abbiati melakukan penyelamatan ekspresi dia seperti seorang pelatih yang lega karena gawang nya tidak kebobolan dan mengungkapkan kekaguman atas penyelamata gemilang itu. Dan puncaknya ketika Milan membalikan keadaan di menit2 akhir, kita lihat dia saking senang nya, saking menjiwai nya sampai sangat histeris, dan hampir menangis. Terlihat dia begitu merasakan apa yang di rasakan oleh para pemain dan pelatih Milan. Dia seperti bagian dari tim Milan. Sungguh jarang saya lihat komentator seperti ini.
Bandingkan cara membawakan acara Crudeli dengan komentator Inter yang jauh lebih muda dari beliau, dibawah ini:
Terlihat jelas kan perbedaannya. Crudeli jauh lebih berkelas dalam menjiwai.
Berikut aksi2 Crudeli yang lain:
Ini mungkin adalah kesedihan yang mendalah dari Crudeli. Saat itu Milan dikalahkan MU 2 – 3 di San Siro. Kita lihat ekspresinya ketika gawang Dida saat itu dijebol 3x, dan 2x tanpa melakukan reaksi, terlihat sangat kecewa si Crudeli dan tak sanggup berkata apa2 lagi.
Yang bisa kita contoh dari beliau adalah, dia begitu menjiwai pekerjaannya. Meski sudah tua namun demi menyenangkan pemirsanya Milanisti dia bekerja sepenuh hati dalam membawakan setiap pertandingan AC Milan. Bahkan dia seperti berada dalam lapangan meski dia sebenarnya hanya seorang penyiar.
lagu yang di nyanyiin Denny La Home feat. Jake la furia ini bergenre rap, so easy listening ;) wajib ada di HP!
Harshtime.. harshtime.. Questo e il mio rap e lo dedico alla squadra che Vince di tutto gia da sempre per voi no ce n'e! Questo e il mio rap e lo dedico alla squadra che
Vince di tutto gia da sempre per voi no ce n'e!
Rosonero rossonero rossonero rossonero..
Ti vedo impallidito, mi sa che gia hai per so il fiato
Ti tremano le gambe se sotto porta ce Pato
Va che c'hal proprio sfiga se ti becchi proprio Ibra
Te la infila sotto or mai Milano ha solo due colori
Rosso nero per le strade, ui beccata pure i cori!
Basta un rigore di Cassano per buttare giu lo stadio!
Stai perdendo la partito spegni quella radio!
Mi spiace per te non va
Noi siamo in Serie A
Ma tu vai bene per la serie "HAHAHA!"
Siamo i capi cos'e che ci uvoi fare?
Prendiamo lo scudetto eandiamo a festeggiare
Frate Jake hail mezzosangue rosso e mezzo nero
Doppio passo rabona elastico e sombrero
Ho visto il cigno di Utrecht e i'usignolo di Kiev
Ho alzato coppe e bandiere suonando per le vie
Benvenuti in casa del Diavolo
E'il diciattesimo scudetto Milan campione
Tutti e diciotto di stofa, non di cartone!
Sette champions sulla spalla, passeso palla
E i cugini in piazza duomo con la coppa Italia
Pronosticati, trofei e risultati
Non passa un cazzo come nella porta del mio frate Abbiati
Anche quest'anno hai messo il carro davanti ai buoi
18 Mei 2011 tepat sehari sebelum hari ulang tahunnya yang ke 32. Andrea Pirlo aka Il metronome memilih untuk hengkang dari AC Milan karena ketidaksepakatannya tentang perpanjangan kontrak>> sumpah denger ini gue langsung nangis karena dia salah satu pemain favorit gue dan gue tau Milan karena dia.. sekarang dia udah bukan Rossoneri lagi, di manapun dia main gue akan selalu mengidolakan sosok ANDREA #21 PIRLO..
Pada tanggal 19 Mei 1979, Flero di provinsi Brescia, lahir seorang juara: bernama Andrea Pirlo, sebuah fenomena yang berbicara di lapangan ... bukan dengan kata-kata!
Setelah bertahun-tahun yang dihabiskan di tim yang berbeda (Brescia, Reggina dan Inter), pada musim panas tahun 2001 kau bisa ke Milan. Hari itu saya merasa orang paling bahagia di dunia: idola saya akhirnya mengenakan jersey tim favorit saya!
Kita menikmati banyak kemenangan, dan juga banyak kekalahan namun kita selalu bersama-sama.
Sekarang, mengetahui bahwa Anda akan pergi, hati saya, seperti semua fans, penuh air mata, saya akan sangat merindukan Anda. Saya akan merindukan diri Anda, dribbling Anda, tendangan bebas Anda, dan saya akan merindukan tidak melihat Anda lagi di Milanello, saya tidak akan lagi mendengar penyiar berteriak di San Siro, "Andrea Pirlo dengan nomor 21,"
Tapi Aku ingin bilang kalau aku akan selalu berada di dekat Anda, apapun "baju" yang Anda pakai akan selalu berkontribusi untuk saya, karena Anda seorang juara besar, fenomena, pria sejati! Terima kasih Andrea untuk semua. bahwa Anda telah membuat kami menang, terima kasih karena dalam lapangan selalu memberikan segala sesuatu yang Anda miliki, karena 10 tahun ini yang tak terlupakan, yang tak seorang pun dapat menandingi!
TRILLY CAMPANELLINO PIRLO GRAZIE DI TUTTO!!!
You're always my favorite player eventhough you are not Rossoneri anymore.... :'( Arrivederci Andrea!!!!
Selamat jalan Andrea, terima kasih untuk semuanya.