Tiziano Crudeli. Yang pertama bisa dilihat dari orang tersebut adalah gambaran seorang kakek tua. Dia bekerja di stasiun televisi Italy, sebagai komentator sepakbola, khususnya AC Milan. Layak jika disebut seorang kakek karena usianya sudah 67 tahun. Tapi jangan asal sebut kakek dulu, diusianya yang senja dia seperti anak muda. Bahkan komentator2 tv lainnya kalo siaran kalah semangat dari dia.
Berikut salah satu aksi nya, menjadi komentator saat AC Milan vs Fiorentina:
Kita lihat bagaimana dia yang sudah tua demi menghibur pemirsa setia Milanisti mau berteriak2 agar penonton semangat. Selain itu dia bisa begitu menjiwai pekerjaannya. Kita lihat ekspresi nya seperti dia adalah seorang pelatih yang tegang menyaksikan anak buahnya main. Ketika kedudukan 1 – 0 untuk Fiorentina dia lesu seakan tak percaya gawangnya dibobol, terlihat sekali kekecewaannya sampai memukul bangku. Dan ketika skor 1 – 1, lihat ekspresinya, begitu gembira, begitu semangat dalam mengucapkan kata gol, bahkan Rendra Sudjono komentator ANTV yang jauh lebih muda punmungkin gak bisa melakukan ekspresi seperti itu jika membawakan pertandingan. Dan ketika Abbiati melakukan penyelamatan ekspresi dia seperti seorang pelatih yang lega karena gawang nya tidak kebobolan dan mengungkapkan kekaguman atas penyelamata gemilang itu. Dan puncaknya ketika Milan membalikan keadaan di menit2 akhir, kita lihat dia saking senang nya, saking menjiwai nya sampai sangat histeris, dan hampir menangis. Terlihat dia begitu merasakan apa yang di rasakan oleh para pemain dan pelatih Milan. Dia seperti bagian dari tim Milan. Sungguh jarang saya lihat komentator seperti ini.
Bandingkan cara membawakan acara Crudeli dengan komentator Inter yang jauh lebih muda dari beliau, dibawah ini:
Terlihat jelas kan perbedaannya. Crudeli jauh lebih berkelas dalam menjiwai.
Berikut aksi2 Crudeli yang lain:
Ini mungkin adalah kesedihan yang mendalah dari Crudeli. Saat itu Milan dikalahkan MU 2 – 3 di San Siro. Kita lihat ekspresinya ketika gawang Dida saat itu dijebol 3x, dan 2x tanpa melakukan reaksi, terlihat sangat kecewa si Crudeli dan tak sanggup berkata apa2 lagi.
thx untuk http://embahgencar.wordpress.com atas izin copasnya(:
Forza Milan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar